Sabtu, 11 Juli 2009

Sejarah Pramuka MAN 3 Kediri

Pramuka yang sampai saat ini masih berdiri dan berkembang sudah dirintis mulai PGA oleh kakak-kakak kita. Sekitar tahun 1991, pradana pertama pada masa itu adalah Kak Mujibur Rohman dan Asmaul Khusna. Setelah menjabat sebagai pradana, mereka mulai mengikuti pertemuan di kwarcab Kota Kediri. Dalam pertemuan tersebut mereka banyak mendapat hal-hal yang berkaitan dengan kepramukaan seperti mulai dari perlengkapan berkemah dan perlengkapan administrasi.

Setelah kembali dari pertemuan tersebut, mereka langsung mengumpulkan para pengurus dan anggota untuk rapat membahas pramuka MAN 3 kedepannya. Dalam rapat tersebut ada 1 poin yang sampai saat ini manfaat masih dapat kita rasakan. Poin tersebut berbunyi " Sebagai gerakan pramuka kita harus mempunyai sanggar dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu ". Untuk merealisasikan poin tersebut kakak-kakak kita mulai konfirmasi ke berbagai pihak. Akhirnya usaha tersebut tidak sia-sia, pihak sekolah memberikan izin untuk menetapkan sanggar pramuka berada disebelah kesekretariatan OSIS MAN 3 Kediri.
Usaha kakak-kakak kita dalam membangun pramuka MAN 3 belum berakhir sampai sini. Berbagai kebutuhan sanggar sedikit demi sedikit mulai dimusyawarahkan. Pertama yang jadi focus pembahasan mereka tentang pembangunan monument, dimana monument ini berfungsi untuk identitas pramuka MAN 3. Asal kalian tahu rupanya monument pramuka yang sampai saat ini berdiri kokoh itu didatangkan dari Irian Jaya. Setelah pembagunan monument selesai mereka mulai membuat pusaka ambalan. Saat pertama kali dibuat, pusaka ambalan sangat sederhana yaitu hanya terbuat dari kayu.
Ide dan gagasan dari kakak-kakak kita seiring bertambahnya hari semakin berkembang, mereka mulai menggagas tentang nama pramuka MAN 3. Mereka berpendapat " Semestinya pramuka MAN 3 harus mempunyai nama ". Dari beberapa musyawarah akhirnya diambillah nama HAsyim Asyari dan Cut Nya' Dien untuk nama ambalan putra dan putri dan mendapat nomor Gudep 16-17.
Hari demi hari mereka lalui dengan penuh kegembiraan meskipun begitu mereka tetap tidak melupakan tugas terpenting mereka untuk mengembangkan pramuka MAN 3 menjadi lebih baik. Pada suatu hari, kak Mujibur dan Kak Rofiqi berbincang-bincang mengenai pusaka ambalan. Mereka berpendapat untuk memperbaiki pusaka ambalan bagaimana kalau kita memesan sebuah pusaka. Akhirnya ide tersebut terealisasikan, Kak Mujib dan Kak Rofiqi memesan sebuah pusaka uang diberi nama trisula.
Sekitar tahun 1992/1993 atas keputusan menteri agama PGAN diganti menjadi MAN 3 KEDIRI. Dari sini mulailah dibuka awal lembaran baru bagi pramuka, dimana yang dulu nomor Gudep kita 16-17 mengalami perubahan menjadi nomor 264-265. Perubahan ini pertama kali terjadi pada masa periode Kak Asik. Perubahan demi perubahan rupanya tidak hanya terjadi pada nomor gudep namun juga mempengaruhi kelengkapan yang lain. Hal ini dapat dilihat sebagai berikut, untuk badge ambalan saja sudah mengalami 5 perubahan. Begitu juga dengan Panji Ambalan sejak PGA sampai MAN 3 mengalami 3 perubahan.
Panji Ambalan merupakan pusaka ambalan yang banyak menyimpan kisah. Pertama kali panji ambalan dibuat pada masa PGA. Pada masa tersebut, panji ambalan sempat hilang. Hal ini dikarenakan panji ambalan dilarikan oleh salah satu anggota. Namun berkat kegigihan kakak-kakak kita, akhirnya dibuatlah panji ambalan baru. Peristiwa ini terjadi pada masa periode Kak Arif Muklisin tahun 1996-1997. Pada masa ini, Kak Anshori yang mengetahui tentang hilangnya panji ambalan. Beliau mulai menyelidiki tentang hilangnya panji ambalan. Setelah beberapa hari, akhirnya usaha beliau berhasil mengambil dan mengembalikan ke pangkalan pramuka MAN 3. Pada periode 2003-2004 tejadi perubahan mengenai panji ambalan begitu juga dengan badge ambalan yang semula berbentuk segi lima diganti menjadi perisai.
Setelah beberapa tahun melaksanakan kegiatan akhirnya lahirlah alumni-alumni pramuka yang telah menyebar di berbagai penjuru tanah air. Untuk mengikat kebersamaan diantara alumni dan anggota pramuka yang sedang aktif di pangkalan Man 3. maka mulai tahun…. Dibentuklah suatu ikatan alumni pramuka yang diberi nama IPAGAMA.(Ikatan Pramuka Abiturian PGA-MA). Adapun manfaat yang dapat kita peroleh dengan adanya ikatan tersebut yaitu kita dapat memperoleh ilmu yang sebanyak—banyka dari kak kita alam segala hal yang berhubungan dengan pramuka ataupun informasi yang lainnnya. Oleh sebab itu hubungan seperti ini sangat dianjurkan untuk dilestarikan. Pramandiga selalu berprestasi sepanjang masa, setuju kan?


0 komentar:

Pramandiga's Evolution | Template by - Abdul Munir - 2008